Alphonso Davies, Lahir di Kamp Pengungsi, Warga Kanada Kebanggaan Ghana

Alphonso Davies

Berita Bola  – Alphonso Davies memang tidak akan pernah bermain untuk negara kelahirannya, Ghana. Namun performanya di panggung tertinggi sepak bola dunia sudah cukup membuat warga Ghana bangga.

Hal ini disampaikan oleh mantan kiper Timnas Ghana, Abukari Damba. Menurutnya tidak hanya Ghana yang harus bangga, bahkan Afrika pun harus ikut bersorak melihat capaian Davies sejak pindah ke Kanada dan bermain di Bayern Munchen sejak 18 tahun.

Davies lahir di Buduburam, kamp pengungsi warga Ghana, setelah orang tuanya kabur dari perang saudara di Liberia. Mereka pun berhasil pindah ke Kanada ketika Davies masih lima tahun, menetap di Edmonton, Alberta.

Di usia 14 tahun, dia bermain di akademi Vancouver Whitecaps. Dia pun membuat sejarah dengan pemain pertama kelahiran 2000 yang tampil di MLS, saat itu dia baru berusia 15 tahun 8 bulan dan 15 hari.

Performa Davies mencuri perhatian Bayern, yang memecahkan rekor transfer MLS untuknya pada Juli 2018 lalu. Apa yang terjadi setelahnya?

Darah Ghana

Kegemilangan Davies tentu membuat warga Kanada bangga, tapi tidak hanya itu, Ghana pun harus ikut bangga. Seperti yang dikatakan, Damba, bahwa Davies adalah pemain spesial yang telah melewati masa-masa sulit.

“Davies tidak akan tahu apa yang dilalui orang tuanya selama masih di Ghana, sebab dia masih sangat muda saat itu,” ujar Damba kepada Prediksi Bola.

“Mungkin dia adalah bakat yang hilang dari Ghana, tapi jangan lupa bahwa dia harus melalui proses sulit dan saat itu ada kesempatan terbuka baginya di Kanada.”

“Kita masih menyoroti dia terlahir di Ghana, tapi jangan lupa bahwa dia melewati tahun-tahun perkembangannya di Kanada. Kita [warga Ghana] tidak perlu merasa ditinggalkan, sebab dia tidak bermain untuk kita,” imbuhnya.

Alphonso Davies Menembus tim inti

Davies berkembang pesat sejak bergabung dengan Bayern pada Januari 2019 lalu. Dia bermain enam kali pada paruh kedua musim itu, jadi pencetak gol pertama kelahiran 2000 untuk Bayern.

Awalnya Davies bermain sebagai winger, tapi dia menjelma jadi bek kiri Bayern di musim 2019/20 ini. Dia jadi starter pada 37 dari 51 pertandingan Bayern dalam perjalanan meraih treble: Bundesliga, DFB Pokal, dan Liga Champions.

Dia adalah pemain Kanada pertama yang bisa bermain sekaligus menjuarai final Liga Champions. Musim ini, Davies layak dinobatkan sebagai peraih Golden Boy 2020 nanti.

Sangat Bangga

Bagaimanapun, Damba percaya warga Ghana pun bangga melihat perkembangan Alphonso Davies. Mereka tahu bahwa ada darah asli Ghana yang bisa berkembang pesat di panggung sepak bola Eropa, bahkan menjuarai kompetisi tertinggi.

“Alphonso Davies lahir di sini [Ghana], dan tidak ada yang pernah menduga dia bakal berkembang sampai level sekarang — jelas perjalanannya tidak mudah,” sambung Damba.

“Dia adalah contoh, para petinggi dan bibit muda Ghana bisa mengambil inspirasi dari dia, bahwa seseorang yang lahir di kamp pengungsi bisa berkembang jadi seperti sekarang.”

“Kami [warga Ghana] sangat bangga terhadapnya,” tutupnya. –   Prediksi Dara